Minggu, 14 Februari 2010

Pemberian Fasilitas Kredit tanpa agunan

Kredit tanpa agunan untuk pegawai/karyawan Adalah program pembiayaan dengan suku bunga murah dapat membantu kebutuhan modal kerja atau konsumsi pegawai/karyawan. Dengan sistem pembayaran potong gaji sehingga tidak perlu repot membayar angsuran ke Bank. Kredit tanpa agunan Untuk pegawai/karyawan terdapat berbagai pilihan jangka waktu mulai dari 12, 24, dan 36 bulan.

6 komentar:

  1. kalau misalnya di suatu kantor/lembaga tersebut banyak yang menjadi nasabah bpr bongas bisakah untuk pembayaran angsuran dari nasabah2 tersebut dikolektifkan pada satu orang saja, khusus untuk pembayarannya. sehingga debt collector hanya berurusan terhadap satu orang tersebut saja dalam hal menagih angsuran dari banyak nasabah tiap bulan angsurannya.

    DAN ketika pembaran angsuran dari banyak nasabah tersebut dikolektifkan, APAKAH si penampung uang angsuran nasabah tersebut mendapat komisi dari pihak bpr bongas, dan berapa rate'kah komisi yang didapat si orang tersebut????

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawabannya

    BalasHapus
  2. aturan seperti itu bisa saja di berlakukan, nanti kita lihat dari besaran gaji nasabah. dan untuk si penampung uang kayaknya ada persentase Rp. 2.500,- per orang / bulan. heu heu heu.........

    BalasHapus
  3. aturan seperti itu bisa saja di berlakukan...
    aturan komisi si kolektor di lembaga? jadi apakah memang belum ada aturan baku di bpr bongas untuk pemberian komisi kpd si kolektor di lembaga tempat si nasabah bekerja?

    nanti kita lihat dari besaran gaji nasabah.
    kenapa harus dari besaran gaji nasabah? kenapa tidak dari besaran angsuran nasabah tiap bulannya?

    ...ada persentase Rp. 2.500,- per orang / bulan
    maksud persentase rp 2.500 itu bagaimana dan seperti apa? setahu saya kalo persentase itu itungannya 0-100%, kalau langsung pada nominal rupiah saya rasa itu bukan persentase.

    tapi lumayan juga sih 2.500, kalau misalnya di suatu lembaga ada nasabah bongas sebanyak 100 orang berarti komisi yang didapat si kolektor/penampung itu sebesar rp 250.000/bulan

    BalasHapus
  4. kenapa kita lihat dulu dari besaran gaji, karena tidak mungkin kalau gaji perbulan Rp. 150.000, sedangkan misal cicilan perbulan Rp. 400.000,-. dengan kondisi seperti itu terlihat dipaksakan dan memaksa. yang pada akhirnya bisa menimbulkan kemacetan pembayaran dan prestasi lembaga berikut BPR sendiri kurang bagus...

    BalasHapus
  5. ya lumayan kalo ada nasabah di suatu lembaga 100 orang sih. tapi kalo cuma dapat 20 orang ya berarti Rp. 50.000,-. Lumayan buat ganti bensin, rokok, sedikit berantem dg nasabah sewaktu menagih cicilan.

    BalasHapus
  6. kantor pusat BPR PK Bongas dimana ya?trus ada blog nya ga?terima kasih.

    BalasHapus